Lompat ke isi utama

Berita

Buka SKPP Menengah di Jambi

Buka SKPP Menengah di Jambi

Buka SKPP Menengah di Jambi, Afif : Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Jambi, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat dasar telah selesai dilaksanakan pada bulan September lalu yang terdiri dari tiga titik pelaksanaan yaitu di Kota Jambi, di Kabupaten Bungo dan Kota Sungai Penuh.

Bawaslu Provinsi Jambi Rabu malam (06/10/2021) melaksanakan acara pembukaan SKPP tingkat menengah yang dihadiri oleh Anggota Bawaslu RI Moch. Afifuddin, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Ketua KPU Provinsi Jambi HM. Subhan, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jambi, para narasumber dan fasilitator serta 30 orang peserta SKPP Menengah.

Anggota Bawaslu RI Moch. Afifuddin dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan SKPP tingkat menengah ini adalah bentuk upaya Bawaslu dalam memaksimalkan upaya pencegahan. “Tugas pengawas itu banyak, termasuk salah satunya melakukan pencegahan. Jadi semakin banyak kader pengawas, maka potensi pelanggaran semakin kecil”, ujarnya.

Dijelaskannya, semakin banyaknya masyarakat yang pengetahuan pengawasan Pemilu, maka semakin tipis potensi pelanggaran yang akan terjadi. “Makanya dengan banyaknya orang yang ingin tau dan ingin belajar, mana yang boleh dan tidak boleh, maka sangat kecil sekali pelanggaran terjadi. Sama halnya dengan prinsip dalam agama kita maupun secara teori kedokteran mencegah lebih baik daripada mengobati”, jelas Kordiv Pengawasan ini.

Untuk ia berharap para kader pengawas partisipatif dapat berperan secara aktif dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada seraya menjaga kepercayaan publik. “Mari kita jaga kepercayaan publik, tidak hanya menjadi pengawas Pemilu semata, namun jauh dari itu sebagai kader yang  menjadi penjaga Republik Indonesia ini”, harapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi mengatakan peran kader pengawas partisipatif ini ke depan menjadi tantangan tersendiri, sebab pelaksanaannya semakin ketat diawasi. “Pada tahun 2024 baik itu Pileg, Pilpres, dan Pemilihan Kepala Daerah ke depan akan diawasi secara ketat. Tidak hanya Lembaga seperti Bawaslu kemudian pemantau Pemilu semata, namun masyarakat kita programkan dan kita install melalui teman-teman pengawas partisipatif ini untuk kemudian untuk memberikan penguatan ke masyarakat sehingga ruang-ruang pelanggaran semakin sulit untuk dilakukan”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Fahrul Rozi mengatakan peserta SKPP Tingkat menengah ini berasal dari SKPP tingkat dasar dengan jumlah 30 orang yang terbaik dari 6 peserta pelaksana tersebut, dan dengan melihat latar belakang organisasi, keterwakilan perempuan, disabilitas dan Suku Anak Dalam (SAD). “Bahkan salah satu peserta dari SAD ini sangat antusias dan mengikuti selama SKPP tingkat dasar di Kabupaten Bungo. Alhamdulillah pada malam hari ini beliau hadir yakni Bapak Bagentar dari Kabupaten Tebo”, tambahnya.

Untuk diketahui bahwa pelaksanaan berlangsung selama 5 hari dari tanggal 6 Oktober hingga 10 Oktober mendatang, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan. “Harapan kami kepada para peserta SKPP ini dapat melakukan pengawasan dan juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat diantaranya dengan pendekatan budaya, karena partisipasi masyarakat bukan hanya datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih, akan tetapi dapat melakukan pengawasan seluruh tahapan Pemilu maupun pemilihan”, ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengapresiasi kegiatan ini. "Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi kegiatan SKPP ini, semoga memberikan manfaat", singkatnya.(*)

Sumber : Humas Bawaslu Provinsi Jambi

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle