Wein Arifin: Perlu Adanya Kerja Sama
|
Wein Arifin: Perlu Adanya Kerja Sama
BAWASLUJAMBI-Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019, perlu adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat perguruan tinggi dalam mewujudkan pemilu yang fair play. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin dihadapan peserta acara Kesbangpol Provinsi Jambi yang dilaksanakan di Kota Sungai Penuh Kamis (14/2).
"Pemilu 2019 akan lebih sengit, karena adanya parlementer thresehold, artinya partai politik harus mengumpulkan suara sebanyak mungkin agar bisa jadi anggota legislatif disenayan, sementara peserta Pemilu partai politik lebih banyak dari Pemilu 2014 lalu," ujarnya.
Selain itu, Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak yakni Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. "Tentu ini akan menjadi pertarungan dengan eskalasi cukup keras, untuk meraup suara rakyat," ucapnya.
Dijelaskannya pula posisi Ormas menjadi penting. Pasalnya Ormas merupakan simbol masyarakat, dan sangat menyentuh kehidupan dalam bermasyarakat. "Maka secara sosiologis, sangat penting bagi Ormas masyarakat dalam memainkan peran penting ikut serta dalam mengajak mengawasi Pemilu 2019," jelasnya.
Ditambahkannya, saat ini tren pelanggaran pemilu saat ini fokus pada, Netralitas ASN, black campaign, hoax atau isu sara. Termasuk potensi pelanggaran distribusi logistik, misal tertukarnya surat suara. "Dan masih banyak lagi potensi pelanggaran yang akan terjadi antara lain KPPS yang bermain saat pemungutan suara diancam tiga tahun penjara, pengelembungan suara, serta yang terpenting adalah mewaspadai serangan fajar menjelang hari H 17 April mendatang," tambahnya. (*)
SUMBER : HUMAS BAWASLU PROVINSI JAMBI
BAWASLUJAMBI-Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019, perlu adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat perguruan tinggi dalam mewujudkan pemilu yang fair play. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin dihadapan peserta acara Kesbangpol Provinsi Jambi yang dilaksanakan di Kota Sungai Penuh Kamis (14/2).
"Pemilu 2019 akan lebih sengit, karena adanya parlementer thresehold, artinya partai politik harus mengumpulkan suara sebanyak mungkin agar bisa jadi anggota legislatif disenayan, sementara peserta Pemilu partai politik lebih banyak dari Pemilu 2014 lalu," ujarnya.
Selain itu, Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak yakni Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. "Tentu ini akan menjadi pertarungan dengan eskalasi cukup keras, untuk meraup suara rakyat," ucapnya.
Dijelaskannya pula posisi Ormas menjadi penting. Pasalnya Ormas merupakan simbol masyarakat, dan sangat menyentuh kehidupan dalam bermasyarakat. "Maka secara sosiologis, sangat penting bagi Ormas masyarakat dalam memainkan peran penting ikut serta dalam mengajak mengawasi Pemilu 2019," jelasnya.
Ditambahkannya, saat ini tren pelanggaran pemilu saat ini fokus pada, Netralitas ASN, black campaign, hoax atau isu sara. Termasuk potensi pelanggaran distribusi logistik, misal tertukarnya surat suara. "Dan masih banyak lagi potensi pelanggaran yang akan terjadi antara lain KPPS yang bermain saat pemungutan suara diancam tiga tahun penjara, pengelembungan suara, serta yang terpenting adalah mewaspadai serangan fajar menjelang hari H 17 April mendatang," tambahnya. (*)
SUMBER : HUMAS BAWASLU PROVINSI JAMBI