Lompat ke isi utama

Berita

Wein Arifin: Demokrasi di Indonesia tidak untuk dijual

Wein Arifin: Demokrasi di Indonesia tidak untuk dijual

Hadir di Muara Bulian, Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi jadi Narasumber pada kegiatan pengawasan Pemilu Partisifatif yang di gelar Bawaslu Kabupaten Batanghari.

Bertempat di Aula BP Paud dan Dikmas Provinsi Jambi, Wein Arifin paparkan akan pentingnya pengawasan partisifatif.

Pemilu maupun pilkada ini adalah penting bagi keberlangsungan kegidupan berbangsa dan bernegara.

"Pilkada ini kan adalah corong untuk memilih pemimpin yang berkualitas, oleh karenanya kita harus pintar dalam melihat mana yang layak memimpin, dan yang terpenting adalah tidak melakukan dan menerima money politik (vote buying)" ucapnya.

Lebih lanjut beliau mengutif pendapat Edward Aspinall dan Ward Berenschot Democracy for sale, bahwa dalam pemilihan itu politik uang terjadi karena adanya suply and demand,

"politik uang ini terjadi karena ada penjual dan pembeli, makanya berkali kali saya katakan.hati-hati, jang main main dengan hal ini.maka akan kami tindak. Demokrasi kita itu memang mahal.tapi sesuai dengan esensi pemilihan untuk menghasilkan demokrasi yang berkualitas, namun ingat, demokrasi tidak untuk dijual.

Tolong masyarakat laporkan jika ada indikasi politik uang.kita akan lakukan investigasi."kata Penulis buku perulaku Pemilih ini.

sementara Salah seorang Peserta mengusulkan agar politik uang diberangus pada hari Pemilihan nanti, namun dapat diberi honor oleh Negara sebagai insentif memilih.

"Lebih baik masyarakat diberikan jonor pada hari H .ini saya pikir baik. agar masyarakat tidak menerima politik uang lagi pada ajang 5 tahunan itu". kata salah seorang peserta.

kegiatan ini dihadiri oleh insan Pers, Parpol, OKP, Ormas, BEM, tokoh Perempuan dan steakholder lainnya.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle