Lompat ke isi utama

Berita

Hari Kedua SKPP Tingkat Menengah, Kader Pengawas Harus Memiliki Kemampuan dalam Berkomunikasi

Hari Kedua SKPP Tingkat Menengah, Kader Pengawas Harus Memiliki Kemampuan dalam Berkomunikasi

Hari Kedua SKPP Tingkat Menengah, Kader Pengawas Harus Memiliki Kemampuan dalam Berkomunikasi

Jambi, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Seorang kader pengawas harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, memiliki karakter, dan kecakapan, sehingga dengan pelatihan ini bisa membangun karakter para kader pengawas yang akan turun ke masyarakat untuk menyampaikan materi pengawasan. Inilah salah satu poin yang disampaikan oleh Mochammad Farisi dalam kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat menengah Provinsi Jambi tahun 2021.

“Untuk bekerja maksimal maka kita harus mengubah pola hidup kita, dengan berkomunikasi dengan diri kita. Kemampuan komunikasi atau public speaking sangat dibutuhkan untuk anda sukses menjadi kader SKPP, Pada saat maju kedepan tampil maka kita harus memiliki persiapan terlebih dahulu”, ujar Dosen Fakultas Hukum Unja ini.

Dikatakannya, dalam berkomunikasi dibagi dua, ada verbal adalah kata katanya, tata bahasanya, struktur, ejaan, tanda baca dan kosa kata, seperti kita adalah Indonesia kita Pancasila atau pengumuman yang ditulis di tempat tempat terlarang seperti dilarang merokok dll. Kedua non-verbal yaitu misalnya pakaiannya.

“Ada tiga elemen komunikasi yang harus di perhatikan dan kuatkan terhadap diri kita dalam publik speaking menurut Albert Merhabien 1971, pertama verbal (tulisan atau kata-kata) 7 %, vocal intonasi suara 38% dan visual ekspresi wajah, tatapan mata, sentuhan, jarak dan pakaian/penampilan 55%. Jadi Public Speaking, K.I.E.M = Komunikasi, Informasi, Edukasi, Motivasi, contoh publik speaking seperti Presentasi internal, Eksternal, Seminar, Training, dan Press confernsi”, kata Direktur Pusakademia Trainingh Center.

Dijelaskannya, berbagai masalah yang sering muncul dalam publik speaking, apa yang disampaikan audiens tidak mendapatkan benefit atau tidak mendapatkan manfaat dari pelatihan, tidak ada poin nya,  materi yang disampaikan terlalu panjang, kemudian forum tidak hidup dan tidak ada interaksi. “Jadi diperlukan persiapan yang harus dipenuhi dalam publik speaking yakni mental, fisik, materi, gaya atau fostur, teknik dalam komunikasi, gestur, pandangan, sisipkan humor  serta dan respek kita terhadap audiens”, tuturnya. (*)

Sumber : Humas Bawaslu Provinsi Jambi

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle