Lompat ke isi utama

Berita

Hadiri Orasi Ilmiah Mahfud MD, Bahas Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca Reformasi

Hadiri Orasi Ilmiah Mahfud MD, Bahas Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca Reformasi

HADIRI : Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin menghadiri kegiatan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Jambi dengan tema “Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca-Reformasi 1998” yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Universitas Jambi Kampus Putri Pinang Masak Mendalo Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/04/2026). F/Deddy

Hadiri Orasi Ilmiah Mahfud MD, Bahas Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca Reformasi

Jambi, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Dr. Wein Arifin, S.IP., M.IP., menghadiri kegiatan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Jambi dengan tema “Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca-Reformasi 1998” yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Universitas Jambi Kampus Putri Pinang Masak Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh nasional sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mohammad Mahfud Mahmodin, yang menyampaikan orasi ilmiah terkait dinamika politik dan perkembangan hukum di Indonesia pasca Reformasi 1998.

Dalam pemaparannya, Mahfud MD menyoroti perjalanan demokrasi Indonesia setelah reformasi, termasuk tantangan dalam menjaga supremasi hukum, kualitas demokrasi, serta hubungan antara kekuasaan politik dan penegakan hukum.

“Reformasi 1998 telah membuka ruang demokrasi yang lebih luas, tetapi demokrasi harus terus dijaga dengan hukum yang adil dan lembaga yang kuat,” ujar Mahfud MD dalam orasinya.

Ia juga menegaskan bahwa hukum dan politik memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan bernegara, sehingga keduanya harus berjalan seimbang untuk menjaga stabilitas demokrasi dan kepercayaan publik.

“Hukum jangan dijadikan alat kekuasaan, tetapi harus menjadi instrumen keadilan yang melindungi rakyat dan demokrasi,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan wawasan kebangsaan bagi seluruh peserta, khususnya dalam memahami perkembangan demokrasi dan tata kelola hukum di Indonesia.

“Orasi ilmiah ini memberikan perspektif yang sangat penting dalam memahami bagaimana konfigurasi politik dan hukum berkembang pasca reformasi, termasuk tantangan dalam menjaga demokrasi yang berintegritas,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pemahaman terkait politik dan hukum sangat relevan bagi lembaga pengawas pemilu dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.

“Bawaslu memiliki tanggung jawab menjaga integritas demokrasi. Karena itu, wawasan kebangsaan, pemahaman hukum, dan dinamika politik harus terus diperkuat,” tambahnya.

Kegiatan Dies Natalis ke-63 Universitas Jambi tersebut turut dihadiri unsur akademisi, mahasiswa, pejabat pemerintahan, penyelenggara pemilu, serta berbagai elemen masyarakat.

Momentum ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran kritis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa mendatang.

Sementara itu, Prof. Mahfud MD, saat mengawali orasinya, turut memberikan kesan positif terhadap perkembangan universitas. Ia menilai bahwa potret kemajuan yang ditunjukkan UNJA saat ini merupakan salah satu indikator nyata bahwa pendidikan di Indonesia telah berkembang pesat.

“Adanya UNJA dan potretnya yang sekarang ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah maju. Di daerah seperti ini profesor sudah banyak, universitasnya bagus, iklim akademiknya membanggakan, dan tidak ada yang politis, tapi tetap menarik. Jangan dianggap yang menarik itu soal politik saja, yang ilmiah juga kalau disampaikan dengan baik bisa menarik,” ungkap Prof. Mahfud.

Terkait dengan konfigurasi politik dan hukum, Prof. Mahfud menyatakan, tesis dalam disertasinya yang ditulis 33 tahun lalu menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara konfigurasi politik yang berlangsung dan karakter produk hukum yang dihasilkan. Saat konfigurasi politik berlangsung baik atau demokratis, maka karakter hukumnya juga baik, yaitu responsif. Sebaliknya begitu pula, ketika konfigurasi politik tidak baik atau otoriter, maka karakter produk hukumnya juga tidak baik, yaitu konservatif atau ortodoks.

Bagaimana dengan situasi pasca-reformasi 1998, sebagaimana tema orasi kali ini? Menurut Prof. Mahfud, tesis demikian itu tetap relevan. Tapi memang diakuinya, terjadi dinamika, yaitu terkait tingkat demokrasi dan karakter produk hukumnya.

“Di zaman reformasi, sejak 1998 sampai sekarang, membuktikan bahwa politik itu sangat mempengaruhi hukum, dan hukum selalu berubah ketika penguasa politik berubah. Jadi, kebaikan atau keburukan hukum itu tergantung pada bagaimana politik itu demokratis atau tidak,” tambahnya.

Karena itu, Prof. Mahfud mengajak seluruh peserta untuk menjaga dan merawat iklim demokrasi berlangsung baik, agar hukum yang dihasilkan juga membaik.

“Mari terus kita jaga dan tingkatkan kualitas demokrasi dan senantiasa menjadi warga yang berhukum dengan baik,” pungkasnya.

Kegiatan orasi ilmiah ini diakhiri dengan prosesi pemberian cenderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama. Melalui momentum Dies Natalis ke-63 ini, UNJA kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat keunggulan intelektual yang menjunjung tinggi integritas, sekaligus menjadi motor penggerak bagi kemajuan hukum dan demokrasi di Indonesia. (*)

Sumber : Website Unja

Penulis/Foto : Deddy Himawan

Editor : Yanita Kusuma

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle