Bawaslu Desak Kasus Panwaslu Desa di Usut Tuntas
|
Bawaslu Desak Kasus Panwaslu Desa di Usut Tuntas
BAWASLUJAMBI-Jajaran Bawaslu di Provinsi Jambi mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kerinci diminta untuk mengusut tuntas laporan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepala desa (Kades) Pelompek terhadap Novi Permata Sari, Pengawas Pemilu Desa (Panwasludes) setempat.
"Kami mendapatkan dukungan dan support dari jajaran Bawaslu di Provinsi Jambi, mereka meminta agar kasus yang menimpa Novi Anggota Panwaslu Desa segera diusut tuntas dan seadil-adilnya, karena Novi ini saat kejadian masih dalam kondisi melakukan pengawasan," kata Fatrizal Ketua Bawaslu Kabupaten Kerinci dikonfirmasi oleh Humas Bawaslu Provinsi Jambi.
Dijelaskannya, bahwa pasca kejadian tersebut, Novi didampingi oleh Panwaslu Kecamatan Gunung Tujuh dan Jajaran Bawaslu Kabupaten Kerinci sudah melaporkan kasus ini ke Polres. "Betul kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Kerinci Jumat (22/2) lalu, dengan bukti laporan nomor LP/B-124/SPKT.2/RES.KRC/2019 dan sudah dilakukann visum dari rumah sakit,"jelasnya saat ditemui seusai menghadiri acara rapat pengelolaan dan pengembangan teknologi informasi Rabu (27/2).
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi sudah mengintruksikan kepada Bawaslu Kabupaten Kerinci untuk mendampingi korban melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. "Saya sudah instruksikan agar Bawaslu kabupaten mendampingi korban melaporkannya ke Polres Kerinci,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menindak pelaku yang dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum, sesuai ketentuan. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat maupun penyelenggara dalam proses pemilu tidak boleh ditolerir lagi, karena hal tersebut dapat mengancam pesta demokrasi.
"Intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat dan penyelenggara tidak boleh ditolerir, agar pemilu bisa berjalan secara aman damai serta demokratis,” katanya. (*)
BAWASLUJAMBI-Jajaran Bawaslu di Provinsi Jambi mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kerinci diminta untuk mengusut tuntas laporan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepala desa (Kades) Pelompek terhadap Novi Permata Sari, Pengawas Pemilu Desa (Panwasludes) setempat.
"Kami mendapatkan dukungan dan support dari jajaran Bawaslu di Provinsi Jambi, mereka meminta agar kasus yang menimpa Novi Anggota Panwaslu Desa segera diusut tuntas dan seadil-adilnya, karena Novi ini saat kejadian masih dalam kondisi melakukan pengawasan," kata Fatrizal Ketua Bawaslu Kabupaten Kerinci dikonfirmasi oleh Humas Bawaslu Provinsi Jambi.
Dijelaskannya, bahwa pasca kejadian tersebut, Novi didampingi oleh Panwaslu Kecamatan Gunung Tujuh dan Jajaran Bawaslu Kabupaten Kerinci sudah melaporkan kasus ini ke Polres. "Betul kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Kerinci Jumat (22/2) lalu, dengan bukti laporan nomor LP/B-124/SPKT.2/RES.KRC/2019 dan sudah dilakukann visum dari rumah sakit,"jelasnya saat ditemui seusai menghadiri acara rapat pengelolaan dan pengembangan teknologi informasi Rabu (27/2).
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi sudah mengintruksikan kepada Bawaslu Kabupaten Kerinci untuk mendampingi korban melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. "Saya sudah instruksikan agar Bawaslu kabupaten mendampingi korban melaporkannya ke Polres Kerinci,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menindak pelaku yang dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum, sesuai ketentuan. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat maupun penyelenggara dalam proses pemilu tidak boleh ditolerir lagi, karena hal tersebut dapat mengancam pesta demokrasi.
"Intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat dan penyelenggara tidak boleh ditolerir, agar pemilu bisa berjalan secara aman damai serta demokratis,” katanya. (*)