Dorong Penguatan Literasi Kepemiluan melalui Bedah Buku Disenchanted Voters
|
Dorong Penguatan Literasi Kepemiluan melalui Bedah Buku Disenchanted Voters
Jambi, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Pemahaman terhadap perilaku pemilih dan faktor yang menyebabkan surat suara tidak sah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku “Disenchanted Voters: Varian dan Faktor Penyebab Surat Suara Tidak Sah” yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Ridho Al-Hamdi selaku penulis buku dan Prima Pribadi Putra, S.H., M.H. sebagai moderator. Kegiatan juga menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Dr. Wein Arifin, S.IP., M.IP., Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si., serta Anggota KPU Provinsi Jambi Yatno, S.Pd.I.
Dalam forum tersebut, Wein Arifin memberikan pandangan terhadap substansi buku dari perspektif akademik, pengalaman, serta praktik pengawasan pemilu. Pembahasan diarahkan pada pentingnya memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan surat suara tidak sah sebagai bagian dari dinamika perilaku pemilih dalam proses pemilu.
Wein Arifin turut mengapresiasi hadirnya buku Disenchanted Voters sebagai karya yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian kepemiluan. Menurutnya, literatur dan kajian akademik mengenai pemilu memiliki peran penting dalam memperkaya khazanah keilmuan sekaligus menjadi bahan refleksi bagi para pemangku kepentingan kepemiluan.
Kajian mengenai surat suara tidak sah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis dalam pemungutan suara, tetapi juga dapat menjadi bahan untuk memahami perilaku dan pengetahuan pemilih. Pemahaman tersebut penting dalam mendukung penguatan pendidikan politik dan literasi kepemiluan di tengah masyarakat.
Bagi pengawas pemilu, berbagai kajian dan diskusi akademik juga menjadi ruang untuk memperluas perspektif dalam menjalankan tugas pengawasan. Pertukaran gagasan antara akademisi, penyelenggara pemilu, dan pengawas pemilu diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemilu.
Melalui kegiatan bedah buku ini, KPU Kabupaten Kerinci turut membuka ruang diskusi yang mempertemukan perspektif akademik dan praktik kepemiluan. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi dan diskusi yang konstruktif mengenai pemilu, termasuk dalam memahami fenomena surat suara tidak sah.
Bawaslu Provinsi Jambi terus mendorong penguatan literasi kepemiluan sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta memperkuat pengawasan pemilu yang berbasis pengetahuan dan partisipasi. (*)
Penulis : Deddy Himawan
Foto : Riki Satria Elta
Editor : Yanita Kusuma